KHAWARIJ (bag 2)
(Sambungan)
Kini..... Khawarij menghendaki hal serupa terjadi di Indonesia. Fitnah dan hasutan bersimaharajalela. Masyarakat diarahkan untuk membenci pemerintah dan kepala negara. Tak ada kebaikan pada diri presiden. Semua dibikin salah dan presiden dianggap goblok tentang semua hal. Polanya sama. Para penghasut berceramah ditiap kota dan daerah. Berkeliling berbusana nabi. Berteriak menyebut nama Tuhan untuk menipu. Dan orang bodoh selalu bersemangat diajak memberontak.
Perhatikanlah fenomena munculnya khawarij ini, Selalu merasa paling benar dgn menyebut firman-firman suci. "Kalimatu haqqin uriida bihilbaathil". Sebuah ungkapan tajam dari khalifah Ali. Betapa orang-orang ini membohongi, memfitnah, menghasut dgn menggunakan firman-firman kebenaran. "perkataan yg benar namun ditujukan untuk kejahatan".
Tak ada yg bersedia di cap khawarij, Mereka akan marah besar dituding khawarij bahkan balik menuduh sesat. Namun kita harus lebih cerdas dari mereka, Dengan melihat perilaku mereka,mudah saja kita mendefinisikannya. Karena pola mereka sama.
Pertama, mereka selalu menjual agama demi keuntungan politik. Agama bagi mereka hanyalah alat. Alat politik,alat ekonomi,alat pengaruh,bahkan alat untuk berpoligami.
Kedua, mereka sangat membenci pemimpin yg lurus,jujur,adil dan pro rakyat. Saat orang benar berkuasa, periuk mereka kering. Pundi-pundi hasil kebohongan berkurang, Popularitas menurun. Pada titik ini biasanya mereka mulai bermain. Kesombongan dan watak asli iblisnya tersingkap. Tapi rakyat tidak boleh lengah. Karena mereka akan menghancurkan apapun yg bisa dihancurkan tak terkecuali negara.Membuat makar diseantero negeri.Setelah hancur, mereka menghilang tanpa punya tanggung jawab dan solusi apapun.
Ketiga, mereka berani mengkafirkan orang-orang beriman yg tidak mau mengikuti kehendaknya.Bahkan terhadap tokoh-tokoh dan ulamapun mereka tak segan menuding kafir.Presiden kafir, pemerintah kafir,ulama kafir, rakyat kafir, sedikit dari yg biasa mereka kafirkan.mungkin yg tidak kafir hanya mereka saja.
Kini..... Khawarij menghendaki hal serupa terjadi di Indonesia. Fitnah dan hasutan bersimaharajalela. Masyarakat diarahkan untuk membenci pemerintah dan kepala negara. Tak ada kebaikan pada diri presiden. Semua dibikin salah dan presiden dianggap goblok tentang semua hal. Polanya sama. Para penghasut berceramah ditiap kota dan daerah. Berkeliling berbusana nabi. Berteriak menyebut nama Tuhan untuk menipu. Dan orang bodoh selalu bersemangat diajak memberontak.
Perhatikanlah fenomena munculnya khawarij ini, Selalu merasa paling benar dgn menyebut firman-firman suci. "Kalimatu haqqin uriida bihilbaathil". Sebuah ungkapan tajam dari khalifah Ali. Betapa orang-orang ini membohongi, memfitnah, menghasut dgn menggunakan firman-firman kebenaran. "perkataan yg benar namun ditujukan untuk kejahatan".
Tak ada yg bersedia di cap khawarij, Mereka akan marah besar dituding khawarij bahkan balik menuduh sesat. Namun kita harus lebih cerdas dari mereka, Dengan melihat perilaku mereka,mudah saja kita mendefinisikannya. Karena pola mereka sama.
Pertama, mereka selalu menjual agama demi keuntungan politik. Agama bagi mereka hanyalah alat. Alat politik,alat ekonomi,alat pengaruh,bahkan alat untuk berpoligami.
Kedua, mereka sangat membenci pemimpin yg lurus,jujur,adil dan pro rakyat. Saat orang benar berkuasa, periuk mereka kering. Pundi-pundi hasil kebohongan berkurang, Popularitas menurun. Pada titik ini biasanya mereka mulai bermain. Kesombongan dan watak asli iblisnya tersingkap. Tapi rakyat tidak boleh lengah. Karena mereka akan menghancurkan apapun yg bisa dihancurkan tak terkecuali negara.Membuat makar diseantero negeri.Setelah hancur, mereka menghilang tanpa punya tanggung jawab dan solusi apapun.
Ketiga, mereka berani mengkafirkan orang-orang beriman yg tidak mau mengikuti kehendaknya.Bahkan terhadap tokoh-tokoh dan ulamapun mereka tak segan menuding kafir.Presiden kafir, pemerintah kafir,ulama kafir, rakyat kafir, sedikit dari yg biasa mereka kafirkan.mungkin yg tidak kafir hanya mereka saja.

Comments
Post a Comment